Seandainya aku bisa memilih, aku hanya ingin jadi dosen biasanya. Datang ke kampus tiap hari untuk mengajar, membimbing mahasiswa dan melakukan penelitian. Sambil sesekali pergi jalan-jalan menghadiri konferensi atau memberi kursus singkat untuk menambah mata penghasilanku. Sayangnya aku harus menjabat sementara untuk sebulan ini menggantikan bosku yang pengin rileks membaca buku. Alhasil persiapan ngajarku tidak optimal, mahasiswa bimbinganku gak ke urus dan gak sempat melakuan riset. Aktifitasku setiap hari hanya pindah dari satu rapat ke rapat yang lain. Di antara rapat aku masih harus menghadapi mahasiswa yang minta tanda tangan, dosen minta tanda tangan, teknisi juga minta tanda tangan. Saking seringnya tanda tangan akhirnya aku ubah tanda tanganku supaya cepet, dan sekarang tanganku jadi bingung kalau tanda tangan.
Seandainya aku bisa memilih, aku hanya ingin jadi dosen biasa saja. Sudah dijadwalkan aku akan memberi kursus singkat di sebuah perusahaan dan sudah aku bayangkan sejumlah uang akan masuk kantongku. Kesehatanku yang agak memburuk karena keseringan tanda tangan dan juga kesibukanku bulan ini akibat abatan yang tidak ada fee-nya selain fi-sabilillah membuat aku harus mencari pengganti orang yang bisa memberi kursus menggantikanku. Ternyata menjabat hanya dapat nama doang, keren kelihatannya tapi secara finansial malah aku rugi. Meski uang bukan segala-galanya, tapi tetep saja yang namanya duit menggiurkan ha ha ha ha.
Seandainya aku bisa memilih, aku hanya ingin jabatan yang aku sandang ini hanyalah sementara saja. Hanya menggantikan bosku selama satu bulan bukan kemudian dipermanenkan menjadi sebuah surat keputusan dari rektor. Akhir bulan ini akan ada surat keputusan rektor untuk memperpanjang pejabat lama atau mengganti dengan pejabat baru. Orang-orang disekellingku mulai berspekulasi bahwa aku akan permanen di situ dan aku hanya bisa tersenyum kecut membayangkan hari-hari yang akan aku hadapi di masa mendatang seandainya aku bener-bener 'ketiban sampur' untuk menduduki kursi panas.
Seandainya aku bisa memilih, aku hanya ingin jadi dosen biasa saja. Aku masih punya keinginan untuk mengajar dengan baik, bersama dengan mahasiswaku meneliti dan menulis, dan juga aku masih pengin menulis buku.
Seandainya aku bisa memilih.